tvOne Newsticker
Kamis, 29 Juli 2010

Kabar Politik

Arbi Sanit: Capres Dilihat Dari Sisi Kebangsaaannya

Sabtu, 4 Juli 2009 16:40 WIB

Jakarta, (tvOne)

Pengamat Politik dari Universitas Indonesia Arbi Sanit mengatakan, dirinya sependapat dengan Juru Bicara Presiden Andi Malarangeng, terkait kemenangan calon presiden ditentukan dari sisi kebangsaan.

"Saya dukung Andi, karena dia menekankan tidak harus orang Sulawesi Selatan mendukung calon dari daerah itu," kata Arbi menyikapi gejolak masyarakat dalam menanggapi pernyataan Andi belum lama ini di Jakarta, Sabtu (4/7).

Sehingga, lanjut Arbi, dia menolak mendukung salah satu capres berdasarkan kesukuan lebih baik nasional, artinya siapa saja yang dianggap baik itulah yang dipilih. "Tapi orang lain menanggapi dari sisi kesukuan, ini yang menjadi persoalan," katanya.

Padahal, Andi melihat dari persoalan pilihan dan kemenangan calon presiden itu dari sisi kebangsaan, lanjutnya. "Jadi apa saja yang dilakukan Andi salah, karena pendekatannya yang berbeda," kata dia.

Menurut dia, hal itu tidak akan mempengaruhi elektabilitas (tingkat keterpilihan) pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono di Sulawesi Selatan, karena pasangan tersebut di daerah itu rendah.

Seperti dilansir Antara, Arbi mengatakan bahwa kemenangan seorang presiden bukan hanya dipengaruhi oleh suku, banyak hal yang menjadi pertimbangan pemilih untuk menentukan pilihannya, diantaranya visi dan misi serta profesionalisme kerja.

Menurunannya elektabilitas SBY-Boediono sebesar empat persen dalam beberapa hari terakhir, dia mengatakan hal itu disebabkan olah kampanye. "Jika kampanye selesai, mungkin tidak turun lagi. Karena kampanye dan suasana di kampanye itu mengakibatkan elektabilitas SBY turun," katanya.

Seperti yang diberitakan Antara sebelumnya, juru bicara Tim Sukses Capres-Cawapres JK-Wiranto, Ichsan Loulembah, menilai, pernyataan Andi Malarangeng tentang Suku Bugis amat berbahaya bagi bangsa yang majemuk, dan benar-benar memukul jantung demokrasi.

"Tidak ada satu suku atau ras pun yang bisa dinegasikan atau didiskualifikasi dalam kompetisi demokrasi. Jelas pernyataan tim sukses SBY itu melukai sejarah yang telah ditanamkan secara kuat oleh para pendiri bangsa yang nasionalis ini," katanya.

Ichsan Loulembah yang pernah menjabat Sekretaris Kelompok Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di MPR RI, mengingatkan Andi Malarangeng, tokoh-tokoh sipil dan militer di masa perjuangan tidak membeda-bedakan asal-usul suku, agama maupun ras mereka.

ag


Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar