tvOne Newsticker
Rabu, 17 Maret 2010

Kabar Politik

Penyebar Selebaran Gelap Meminta Maaf

Sabtu, 4 Juli 2009 13:01 WIB

Jakarta, (tvOne)

Pelaku yang membagikan selebaran gelap pada saat capres Jusuf Kalla berkampanye di Asrama Haji Medan, Adi Zain, minta maaf kepada pasangan capres-cawapres Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.

Permintaan maaf Adi Zein dengan surat bertanda tangan dan bermeterai diterima oleh Ketua Tim Kampanye Boediono, Rizal Mallarangeng di Jalan Teuku Umar 51 Jakarta, Sabtu (4/7).

Adi dalam suratnya menyampaikan permohonan maaf kepada Capres Susilo Bambang Yudhoyono, cawapres Boediono dan Herawati Boediono.

Selain itu juga minta maaf kepada Abdul Wahab Dalimunthe selaku Korwil tim kampanye SBY-Boediono Sumut, dan Rahmat Shah (Ketua Tim Kampanye Daerah SBY-Boediono di Sumut).

"Permohonan maaf ini saya sampaikan atas kejadian pembagian selebaran foto kopi pada saat kampanye capres JK di Asrama Haji Medan 24 Juni 2009," katanya.

Ia mengatakan, sesungguhnya dia tidak tahu dan tidak mengerti apa isi selebaran tersebut karena hanya disuruh ustad Sukri (Caleg dari Partai Hanura nomor urut 9 dari Kabupaten Deli Serdang.

Waktu itu, katanya saat menunggu kedatangan JK, dia disuruh memfoto kopi selebaran itu dan membagikannya kepada peserta kampanye.

"Pada tanggal 24 Juni 2009, setelah saya diperiksa di Poltabes atas perbuatan saya itu, sore harinya saya ditelepon Munar Dalimunthe (kemenakan Azidin) dan menyuruh untuk terus menyebarkan selebaran tersebut seluas-luasnya agar Azidin jadi menteri," katanya.

Adi Zain setiap hari bekerja sebagai ahli fisioterapi beralamat di Jalan Medan Area Selatan, Lr I No. 1042/25 B.

"Saya sekarang sebagai tersangka dan kami berharap Sukri mau menyerahkan diri ke Poltabes, sebenarnya saya tidak tahu apa-apa," katanya.

Rizal Mallarangeng mengatakan, pihaknya meminta Adi Zain datang ke Jakarta untuk klarifikasi, agar semua persoalan menjadi jelas.

"Ibu Herawati merasa terharu dengan permintaan maaf ini dan saya diminta untuk menemui Adi Zain," katanya.

Rizal berharap agar agama jangan digunakan sebagai alat kampanye hitam dan jangan mengorbankan rakyat kecil demi politik. (AN)
 

pr
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar